Tuesday, October 23Berita terkini

Model-model Komunikasi

MODEL-MODEL KOMUNIKASI

 

Model adalah representasi suatu fenomena, baik nyata ataupun abstrak, dengan menonjolkan unsur-unsur terpenting dari fenomena tersebut. Menurut Sereno dan Mortensen model komunikasi merupakan deskripsi ideal mengenai apa yang dibutuhkan untuk terjadinya komunikasi. Sedangkan B. Aubrey Fisher mengatakan model adalah analogi yang mengabstraksikan dan memilih bagian dari keseluruhan, unsur, sifat atau komponen yang penting dari fenomena yang dijadikan model.

 

Pengertian

Suatu fenomena komunikasi seringkali merupakan hal yang abstrak.Model merupakan representasi suatu fenomena, tapi model bukanlah fenomena.

Model merupakan suatu bentuk gambaran untuk mempermudah memahami suatu fenomena.Suatu model merepresentasikan secara abstrak ciri-ciri penting dan menghilangkan rincian komunikasi yang tidak perlu dalam dunia nyata.

Model adalah gambaran informal untuk menjelaskan atau menerapkan suatu teori.Lazimnya unsur perancangan model terdiri dari serangkai blok, segi empat, lingkaran, panah, garis, spiral, dsb serta dilengkapi dengan huruf, kata-kata dan angka.

Sereno & Mortensen: suatu model komunikasi merupakan deskripsi ideal mengenai apa yang dibutuhkan untuk terjadinya komunikasi.

Aubrey Fisher: Model adalah analogi yang mengabstraksikan dan memilih bagian dari keseluruhan, unsur, sifat, atau komponen yang penting dari fenomena yang dijadikan model.

 

Fungsi dan Manfaat Model

Gordon Wiseman dan Larry Barker mengemukakan ada tiga fungsi model komunikasi, yaitu:

  1. Melukiskan proses komunikasi;
  2. Menunjukan hubungan visual;
  3. Membantu dalam mengemukakan dan memperbaiki kemacetan komunikasi.

Deutsch (1996), empat fungsi model yaitu;

  • Organizing function, mengorganisasikan (kemiripan data dan hubungan) yang tadinya tidak teramati. Suatu model memberi gambaran umum suatu keadaan tertentu yang  berbeda.
  • Explaining, menunjukkan fakta-fakta dan metode baru yang tidak diketahui (heuristik).
  • To predict, sebuah model memungkinkan kita untuk memprediksi outcome atau keadaan dari suatu peristiwa.
  • Mengukur fenomena (pengukuran).

Wiseman & Barker, tiga fungsi model yaitu;

  • Melukiskan proses komunikasi.
  • Menunjukkan hubungan visual.
  • Membantu dalam menemukan dan memperbaiki kemacetan komunikasi.

 

Penilaian Model

Fungsi-fungsi tersebut merupakan basis untuk menilai suatu model. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menilai suatu model komunikasi:

  • Seberapa umum (general) model tersebut ?
  • Seberapa banyak bahan yang diorganisasikan dan seberapa efektif ?
  • Seberapa heuristik model tersebut ? (apakah membantu menemukan hubungan-hubungan baru, fakta atau metode).
  • Seberapa penting prediksi yang dibuat model tersebut bagi penelitian ?
  • Seberapa strategis prediksi itu pada tahap perkembangan bidang tersebut ?
  • Seberapa akurat pengukuran yang dapat dikembangkan dengan model tersebut ?

 

Dalam menilai model, Deutsch menambahkan beberapa hal berikut:

  • Orisinalitas model. Seberapa banyak pandangan baru yang ditawarkan ?
  • Bagaimana kesederhanaan dan kehematan model tersebut ?
  • Seberapa nyata model tersebut ?
  • Seberapa jauh kita bergantung pada model tersebut sebagai representasi realitas fisik ?

 

Tipologi Model

Model dapat digolongkan dengan berbagai cara. Model yang lebih penting adalah model simbolik yang terdiri dari model matematik dan model verbal; sertamodel fisik yang terdiri dari model ikonik dan model analog.

Model verbal adalah model atau teori yang dinyatakan dengan kata-kata, meskipun bentuknya sangat sederhana. Model verbal sangat berguna terutama untuk menyatakan hipotesis atau menyajikan hasil penelitian. Model verbal ini sering dibantu dengan grafik, diagram, atau gambar. Contohnya adalah model struktur organisasi, yang dilihat dari perspektif komunikasi organisasi, tingkat-tingkat jabatan dan hubungan kerja (komunikasi formal) berbagai jabatan tersebut.

Model fisik secara garis besar terbagi dua, yakni model ikonik yang penampilan umumnya (rupa, bentuk, tanda) menyampaikan objek yang dimodelkan. Seperti model pesawat terbang, maket sebuah gedung atau kompleks. Sebagan model ikonik, selain menyerupai objek aslinya juga menunjukan sebagian fungsi penting objek yang dimodelkan. Contoh terbaik model ikonik ini adalah model kendaraan seperti pesawat terbang, kapal laut, kereta api. Menurut Bross, model menyajikan suatu proses abstraksi. Pesawat terbang yg sebenarnya menyajikan proses suatu abstraksi.

Perkembangan model simbolik, khususnya model matematik penting dalam profesi  ilmuwan. Pembuatan model adalah upaya penting dalam memajukan ilmu pengetahuan dan kuantitas model yang dihasilkannya menandai kematangan ilmiah disiplin tersebut.

Berdasarkan model-model kounikasi Lasswell, Shannon dan Weaver serta Schramm, yang linier namun terkenal itu misalnya, muncul model-model yang sirkuler. Dilihat dari jumlah unsur yang mengidentifikasi dalam fenomena komunikasi, model-model lebih mutahir menambahkan unsur-unsur baru yang dalam model lama tidak disebut. Misalnya lingkungan fisik, seperti dalam model Gudykunst dan Kim. dan konteks waktu dalam model Tubbs.

Model Gerbner merupakan perluasan dari model Lasswell, model Westley dan MacLean dari model Newcomb dan model DeFleur dari model Shannon dan Weaver. Schramm yang mengemukakan teori peluru komunikasi (the bullet theory of communication) sebagai model verbal mengenai efel komunikasi pada tahun 1950-an harus merevisi modelnya tersebut dalam dekade berikutnya.

 

Model-Model Komunikasi

Model S – R

Model Stimulus – Respon (S – R) adalah model komunikasi paling dasar. Model ini dipengaruhi oleh disiplin psikologi, khususnya yang beraliran bihavioristik. Komunikasi dianggap sebagain suatu proses aksi-reaksi yang sangat sederhana. Ketika saya tersenyum pada Anda dan Anda membalas senyuman saya, itulah model S-R. Bila seorang lelaki berkedip kepada seorang wanita, dan wanita itu kemudian tersipu malu, itulah model S – R. Model S – R dapat pula berlangsung negatif, misalnya orang pertama menatap orang kedua dengan tajam, dan kedua orang itu balik menatap, atau menunduk malu atau malah memberontak. Model ini mengasumsikan bahwa kata-kata verbal (lisan-tulisan), isyarat-isyarat non verbal, gambar-gambar, dan tindakan-tindakan tertentu akan merangsang orang lain untuk memberikan respon dengan cara tertentu.

 

Model Aristoteles

Model Aristoteles adalah model komunikasi paling klasik, yang sering juga disebut model retoris. Komunikasi terjadi ketika seorang pembicara menyampaikan pembicaraannya kepada khalayak dalam upaya mengubah sikap mereka. Tepatnya, ia mengemukakan tiga unsur dasar dalam proses komunikasi, yaitu pembicara (speaker), pesan (message), dan pendengar (listener).

 

Model Lasswell

Model komunikasi Lasswell berupa ungkapa verbal, yakni

Who

Says What

In Which Channel

To Whom

With What Effect?

Model ini dikemukakan oleh Harold Lasswell tahun 1948 yang menggambarkan proses komunikasi dan fungsi-fungsi yang diembannya alam masyarakat. Lasswell mengemukakan tiga fungsi komunikasi, yaitu: pengawasan lingkungan, korelasi berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespon lingkungan, transmisi warisan sosial dari suatu generasi ke generasi lainnya. Lasswellmengaku bahwa tidak semua komunikasi bersifat dua arah.

Model Lasswell sering diterapkan dalam komunikasi massa. Model tersebut mengisyaratkan bahwa lebih dari satu saluran dapat membawa pesan. Model Lasswell dikritik karena model itu tampaknya mengisyaratkan kehadiran komunikator dan pesan yang bertujuan. Model ini juga terlalu menyederhanakan masalah.

 

Model Shannon dan Weaver

Model awal komunikasi dikemukakan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949. Model ini sering disebut model matematis atau model teori informasi itu mungkin adalah model yang pengaruhnya paling kuat atas model dan teori komunikasi lainnya. Model Shannon dan Weaver ini menyoroti problem penyampaian pesan berdasarkan tingkat kecermatannya. Dengan kata lain, model Shannon dan Weaver mengasumsikan bahwa sumber informasi menghasilkan pesan untuk dikomunikasikan dari seperangkat pesan yang dimungkinkan.

Model ini terdiri dari lima elemen :

  1. a)   Information Source adalah yang memproduksi pesan.
  2. b)   Transmitter yang menyandikan pesan dalam bentuk sinyal.
  3. c)   Channel adalah saluran pesan.
  4. d)   Receiver adalah pihak yang menguraikan atau mengkonstruksikan pesan dari sinyal.
  5. e)   Destination adalah dimana pesan sampai.

Suatu konsep penting dalam model ini adalah gangguan (noise), yakni setiap rangsangan tambahan dan tidak dikehendaki yang dapat mengganggu kecermatan pesan yang disampaikan. Konsep-konsep lain yang merupakan andil Shannon dan Weaber adalah entropi dan redudansi. Model ini diterapkan pada konteks-konteks komunikasi lainnya seperti komunikasi antarpribadi, komunikasi publik atau komunikasi massa. Sayangnya, model ini juga memberikan gambaran yang parsial mengenai proses komunikasi.

 

Model Schramm

Menurut Wilburg Schramm, komunikasi senantiasa membutuhkan setidaknya tiga unsur :

  1. Sumber(source), bisa berupa:
  • Seorang individual berbicara, menulis, menggambar, bergerak.
  • Sebuah organisasi komunikasi (koran, rumah produksi, televisi).
  1. Pesan(message), dapat berupa tinta dalam kertas, gelombang suara dalam udara, lambaian tangan, atau sinyal-sinyal lain yang memiliki makna.
  2. Sasaran(destination), dapat berupa individu yg mendengarkan, melihat, membaca, anggota dari sebuah kelompok, mahasiswa dalam perkuliahan, khalayak massa, pembaca surat kabar, penonton televisi, dll.

Schramm melihat komunikasi sebagai usaha yang bertujuan untuk menciptakan commonness antara komunikator dan komunikan. Hal ini karena komunikasi berasal dari bahasa latincommunis yang artinya sama.Menurut Schramm, setiap orang dalam proses komunikasi adalah sekaligus sebagai enkoder dan dekoder.

Schramm mengenalkan konsep field ofexperience, yang menurut Schramm sangat berperan dalam menentukan apakah komunikasi diterima sebagaimana yang diinginkan oleh komunikan. Beliau menekankan bahwa tanpa adanya field of experience yang sama, hanya ada sedikit kesempatan bahwa suatu pesan akan diinterpretasikan dengan tepat. Dalam hal ini, model Schramm adalah pengembangan dari model Shannon dan Weaver. Schramm mengatakan bahwa pentingnya feedback adalah suatu cara untuk mengatasi masalah noise.

Pada model ini, Schramm percaya bahwa ketika komunikan memberikan umpan balik maka ia akan berada pada posisi komunikator (source)

 

Model Newcomb

Theodore Newcomb memandang komunikasi sebagai perspektif psikologi-sosial. Modelnya menyerupai diagram jaringan kelompok yang dibuat oleh para psikolog sosial dan menyerupai formulasi awal mengenai konsistensi kognitif. Dalam model komunikasi tersebut sering juga disebut model ABX atau model simetri.

Menurut Newcomb, bentuk situasi komunikasi paling sederhana digambarkan oleh situasi dimana Mr. A berbicara dengan Mr. B tentang sesuatu -dilabeli X. Model ini juga dikenal sebagai teori keseimbangan.

A = Source

B = Receiver

X = Object/konsep

 

Ada enam situasi yang mungkin muncul dalam “AutoBrex situation”:

  1. a)  Terjadi pada situasi dimana A dan B saling suka satu sama lain dan mereka memiliki sikap yang sama terhadap X.

+ +

+

Balance

 

  1. b)  Terjadi pada situasi komunikasi dimana A dan B saling suka satu sama lain tetapi mereka tidak sependapat tentang X.

+ –

+

Imbalance

 

  1. c)  Terjadi pada situasi komunikasi dimana A dan B saling suka satu sama lain dan mereka sama-sama tidak suka terhadap X.

– –

+

Balance

 

  1. d)  Terjadi pada situasi komunikasi dimana A dan B tidak memiliki positive attitude (tidak saling suka) tetapi mereka sama-sama menyukai X.

+ +

Imbalance

 

  1. e)   Terjadi pada situasi komunikasi dimana A dan B sama-sama memiliki negative attitude dan mereka memiliki pandangan yang berbeda terhadap X.

+ –

Balance

 

  1. f)   Terjadi pada situasi komunikasi dimana A dan B sama-sama tidak suka satu sama lain tetapi mereka juga sama-sama tidak suka terhadap X.

––

Imbalance

 

Model Westley dan MacLean

Westley dan  MacLeandipengaruhi oleh model Newcomb, Lasswell dan yang lainnya. Mereka menambahkan jumlah peristiwa, gagasan, objek dan orang yang tidak terbatass yang kesemuanya merupakan ”objek orientasi” menempatkan suatu peran C diantara A dan B, dan menyediakan umpan balik. Model Westley dan MacLean mencakuplima unsur, yaitu : objek orientasi, pesan, sumber, penerima, dan umpan balik. Model ini juga mencakup beberapa konsep penting: umpan balik, perbedaan dan kemiripan komunikasi antar-pribadi dengan komunikasi massa, dan pemimpin pendapat yang penting sebagai unsur tambahan dalam komunikasi massa.

 

Model Gerbner

Model Gerbner adalah merupakan perluasan dari model Lasswell. Model ini terdiri dari model verbal dan model dragmatik. Model verbal Gerbner adalah sebagai berikut:

-Seorang sumber

-mempersepsi suatu kejadian

-dan bereaksi

-melalui suatu alat (maluran, media, rekayasa fisik, fasilitas administratif dan kelembagaan untuk distribusi dan kontrol)

-untuk menyediakan materi

-dalam suatu bentuk

-dan konteks

-yang mengandung isi

-yang mempunyai suatu konsekuensi

Model Gerbner menunjukan bahwa sesorang mempersepsi suatu kejadian dan mengirimkan pesan kepadan suatu transmitter yang pada gilirannya mengirimkan sinyal pada pemerima (receiver), dalam transmisi itu sinyal menghadapi gangguan dan mucul sebagai SSS bagi sasaran (destination).

 

Model Berlo

Model ini dikenal dengan model SMCR (source, message, channel, receiver). Sumber (source) adalah pihak yang menciptakan pesan baik seseorang maupun suatu kelompok.

Pesan (message) adalah terjemahan gagasan kedalam kode simbolik seperti bahasa atau isyarat saluran (channel) adalam medium yang membawa pesan dan penerima (receiver) adalam orang yang menjadi sasaran komunikasi.

 

Model DeFleur

Menggambarkan komunikasi massa ketimbang komunikasi antar pribadi. Modelnya merupakan perluasan dari model yang dikemukakan para ahli lain khususnya Shannon dan Weaver dengan memasukan perangkan media massa (mass medium service) dan peragkat umpan balik (feedback). Dia menggambarkan sumber, pemancar, penerima dan sasaran sebagai fase-fase terpisah dalam proses komunikasi massa

 

Model Tubbs

Menggambarkan komunikasi yang paling mendasar yaitu komunikasi dua orang (diadik). Model komunikasi Tubbs sesuai dengan konsep komunikasi sebagai transaksi yang mengasumsikan kedua peserta sebagai pengirim sekaligus penerima pesan. Model Tubbs melukiskan baik komunikator satu atau dua terus menerus memperoleh masukan yakni rangsangan baik luar dalam maupun luar dirinya yg sudah berlalu baik yg sudah berlangsung juga semua pengalaman fisik maupun sosial.

Model Gudykunst dan Kim

Model ini merupakan model komunikasi antarbudaya. Model ini pada dasarnya sesuai untuk komunikasi tatap muka, khususnya antara dua orang. Model komunikasi ini dapar merepresentasikan komunikasi antara siapa saja, karena pada dasarnya tidak ada dua orang yang mempunyai budaya, sosial budaya dan psikobudaya yang persis sama. Salah satu unsur yang melengkapi model ini adalah lingkungan. Lingkungan mempengaruhi kita dalam menyandi dan menyandi-balik pesan.

 

Model Interaksional

Model interaksional merujuk pada model komunikasi yang dikembangkan oleh para ilmuwan sosial yang menggunakan perspektif interaksi simbolik dengan tokoh utamanya Herbert dan muridnya Blumer. Model interaksional sangat sulit digambarkan dengan diagramatik. Model verbal lebih disesuaikan dengan model ini.

Model ini berlawanan dengan model stimulus-respons (S-R) dan beberapa model linier lainnya. Sementara model-model tersebut berasumsi bahwa manusia sebagai pasif, model interaksional menganggap manusia jauh lebih aktif.

Dalam ilmu komunikasi sebenarnya terdapat ratusan model komunikasi. Setiap model memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setiap model hanya dapat diukur berdasarkan kemanfaatannya ketika dihadapkan dengan dunia nyata, khususnya ketika digunakan untuk menyaring data dalam penelitian.

Contoh model-model komunikasi;

Model Komunikasi Stimulus – Organism – Response

Model Komunikasi Osgood-Schramm

Model Komunikasi Johari Window

Model komunikasi Spiral atau Heliks

Model Komunikasi Matematikal Shannon dan Weaver

 

Model Komunikasi Linear Shannon dan Weaver

 

 

 

Proses Komunikasi Model Komunikasi Aristoteles SUMBER PESAN PENERIMA

 

 

 

 

 

Sumber komunikator. PESAN. Media Massa. Opinion Leader. KOMUNIKAN. TAHAP 2.

 

 

Daftar Pustaka

West, R. & Turner, H. L. 2012. Introducing Communication Theory. Analysis and Application. The McGraw-Hill Companies, Inc.

Maulana, H & Gumelar, G. 2013. Psikologi Komunikasi. Akademia Permata.

 

Diambil dari mata kuliah Ilmu Komunikasi, oleh dosen Drs Jumroni, M.Si

Post by; Suhartono PN

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *