Thursday, August 16Berita terkini

Prinsip-prinsip Komunikasi

 

 PRINSIP-PRINSIP KOMUNIKASI

 

Seperti fungsi dan definisi komunikasi, prinsip-prinsip komunikasi dijelaskan dengan berbagai cara oleh pakar komunikasi. Contoh William B. Gudykunst dan Young Yun Kim memberikan istilah padaprinsip-prinsip komunikasi sebagai asumsi-asumsi komunikasi, sedangkan Cassandra L. Book, Bert E. Bradley, Larry A. Samovar dan Richard E. Porter, Sarah Trenholm dan ArthurJensen menyebutnya sebagai karakteristik-karakteristik komunikasi.

 

Untuk memahami komunikasi dalam segala bentuk dan fungsinya, perlu memahami prinsip-prinsip komunikasi. Yosef Devito (1997) mengemukakan delapan prinsip komunikasi dalam buku Komunikasi Antarmanusia sebagai berikut:

  1. Komunikasi adalah paket isyarat.

Perilaku komunikasi melibatkan pesan verbal, isyarat tubuh atau kombinasi keduanya biasanya terjadi dalam ‘paket’.

  1. Komunikasi adalah proses penyesuaian.

Komunikasi hanya dapat terjadi bila para komunikatornya menggunakan system isyarat yg sama.Seseorang tidak dapat berkomunikasi dengan orang lain bila bahasanya berbeda.

  1. Komunikasi mencakup dimensi isi dan hubungan.

Komunikasi menyangkut hubungan antara pembicara dan pendengar. Contoh seorang atasan mungkin berkata kepada bawahannya, “Datanglah ke ruang saya setelah rapat ini.” Pesan sederhana ini mempunyai aspek isi dan aspek hubungan. Aspek isi mengacu pada tanggapan perilaku yg diharapkan yaitu bawahan menemui atasan setelah rapat, sedangkan aspek hubungan yaitu bagaimana komunikasi dilakukan dengan kalimat perintah sederhana yg menunjukkan perbedaan status diantara keduanya.

  1. Komunikasi melibatkan transaksi simetris dan komplementer

Dalam hubungan simetris, dua orang saling bercermin pada perilaku lainnya. Ketika satu orang tersenyum, maka satu orang lainnya akan tersenyum. Sedangkan dalam hubungan komplementer kedua pihak mempunyai perilaku yg berbeda. Perilaku seseorang berfungsi sebagai stimulus perilaku komplenter yg lain. Dalam hubungan komplementer perbedaan diantara keduanya dimaksimumkan, orang menempati posisi yg berbeda; satu sebagai atasan, yg lain bawahan; yg satu aktif, yg lain pasif.

  1. Rangkaian komunikasi dipunktuasi

Peristiwa komunikasi merupakan transaksi yang kontinyu. Tidak ada awal dan tidak ada akhir yg jelas. Kita dapat membagi proses kontinyu dan berputar ke dalam sebab akibat atau ke dalam stimulus dan tanggapan. Artinya, mensegmentasikan kontinyu komunikasi ini ke dalam potongan-potongan yg lebih kecil. Istilah bagi kecenderungan untuk membagi berbagai transaksi komunikasi dalam rangkaian stimulus dan respon disebut sebagai punktuasi (punctuation).

  1. Komunikasi adalah proses transaksional

Transaksi yg dimaksud adalah bahwa komunikasi merupakan suatu proses, bahwa komponen-komponenya saling terkait, dan para komunikatornya beraksi dan bereaksi sebagai satu kesatuan atau keseluruhan.

  1. Komunikasi tak terhindarkan

Selama ini mungkin dianggap bahwa komunikasi berlangsung secara sengaja, bertujuan dan termotivasi secara sadar. Namun seringkali pula komunikasi terjadi meskipun seorang sama sekali tidak merasa ingin berkomunikasi. Ketika seseorang duduk melamun, mungkin dia merasa bahwa dia tidak berkomunikasi, namun bagi orang lain yg melihat akan menafsirkan perilakunya. Setiap perilaku mempunyai potensi untuk ditafsirkan

  1. Komunikasi bersifat tak reversible

Sekali seseorang mengkomunikasikan sesuatu, maka dia tidak bisa tidak mengkomunikasikannya. Kita hanya dapat berusaha mengurangi dampak dari pesan yg sudah terlanjur disampaikan. Oleh karena itu perlu hati-hati dalam mengucapkan sesuatu yg mungkin nantinya ingin ditarik kembali.

Dedy Mulyana (2003) dalam buku Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar menjelaskan dua belas prinsip komunikasi sebagai berikut :

 

PRINSIP 1 KOMUNIKASI ADALAH SUATU PROSES SIMBOLIK
Kelebihan manusia dari makhluk lainnya (hewan) adalah diberi kemampuan untuk berfikir. Seorang filosuf mengistilahkan sebagai al hayawanu nathiq manusia adalah hewan yg berfikir. Dengan fikiran itulah manusia mempunyai kemampuan untuk menggunakan lambang. Ernst Cassier menyebutkan bahwa yg membedakan manusia dengan makhluk lain adalah kemampuan menggunakan simbol (animal symbolicum).

Lambang atau simbol adalah sesuatu yg digunakan untuk menunjuk sesuatuberdasarkan kesepakatan sekelompok orang. Lambang meliputi kata-kata (pesan verbal), perilaku non verbal, dan objek yg maknanya disepakati bersama, tanpa adanya kesepakatan tersebut maka simbol tersebut tidak dapat dijadikan sebagai komunikasi.

Lambang sering dipertukarkan dalam penggunaannya, contoh Romeo dan Juliet atau Rama dan Shinta merupakan lambang “cinta yang abadi”.

 

Lambang/simbol adalah sesuatu yg digunakan untuk menunjuk sesuatu berdasarkan kesepakatan sekelompok orang. Misalnya burung garuda adalah lambang negara RI.
Lambang meliputi pesan verbal, non verbal dan objek yg maknanya disepakati bersama.
Lambang adalah kategori tanda, hubungan antara tanda dan obyeknya dapat dipresentasikan oleh ikon dan indeks. Namun ikon dan indeks tidak memerlukan kesepakatan bersama, sedangkan lambang memerlukan kesepakatan bersama.

Ikon adalah suatu benda fisik berbentuk dua atau tiga dimensi yg menyerupai apa yg dipresentasikan, ditandai dengan kemiripan objeknya, misalnyafoto soekarno adalah ikon soekarno, patung Soekarno adalah ikon Soekarno.

Indeks adalah suatu tanda yg secara alamiah mempresentasikan obyeknya. Istilah lain untuk indeks adalah sinyal (signal), dalam bahasa sehari-hari disebut gejala (symptom). Indeks muncul berdasar hubungan antara sebab dan akibat yg punya kedekatan eksistensi. Contoh awan gelap adalah indeks hujan akan turun. Matahari terbenam merupakan indeks bahwa waktu shalat maghrib telah masuk, akan tetapi bagi sebagian masyarakat yg masih percaya pada hal-hal yang mistik, matahari terbenam merupakan sinyal waktu keluarnya jin dan setan, sehingga para orang tua melarang anak-anak keluar rumah, waktu terbenamnya matahari merupakan lambang karena sudah disepakati oleh masyarakat

Lambang mempunyai beberapa sifat, yaitu:

§ Sembarang, manasuka atau sewenang-wenang,apapun bentuknya dapat dijadikan sebagai lambang, baik berupa kata-kata, isyarat anggota tubuh, hewan, tumbuhan dsb, bergantung kepada kesepakatan bersama. Contoh buah yg berduri disebut durian, hewan yg mengembek disebut embe (kambing), penyebutan tersebut tentu karena orang bersepakat.

§ Lambang pada dasarnya tidak punya makna, yg memberikan makna pada sebuah lambang itu adalah pikiran kita, bahkan kata-kata itupun merupakan pemaknaan dari pikiran kita. Tentu akan menjadi hal yg sulit apabila suatu perkataan tidak dimaknai dengan makna yg sama, maka akan menjadikan miss communication.

§ Lambang itu bervariasi dari suatu budaya ke budaya lain, dari suatu tempat ke tempat lain, dari suatu konteks waktu ke waktu yg lain.

Contoh:di Indonesia kumpulan tulisan yg dicetak adalah buku, orang Inggris menyebutnya book, orang Jerman menyebutnya buch.

Contoh lain: Lambang kekayan pada masyarakat Jawa tahun tujuh puluhan adalah rumah gedhong (tembok) karena pada waktu itu rumah biasa dibuat dari bambu atau papan, lambang tersebut tentu tidak berlaku lagi pada zaman sekarang karena kebanyakan masyarakat sudah mampu membuat rumah gedhong.

 

PRINSIP 2 SETIAP PERILAKU MEMPUNYAI POTENSI KOMUNIKASI
Setiap orang tidak bebas nilai, saat tidak bermaksud mengkomunikasikan sesuatu tetapi dimaknai oleh orang lain, maka orang tersebut sudah terlibat dalam proses komunikasi. Gerak tubuh, ekspresi wajah (komunikasi non verbal) seseorang dapat dimaknai oleh orang lain menjadi suatu stimulus.

Kita tidak dapat berkomunikasi (We cannot not communication). Tidak berarti bahwa semua perilaku adalah komunikasi. Komunikasi terjadi bila seseorang memberi makna pada perilaku orang lain atau perilakunya sendiri.

Sebagai contoh pada saat kita diminta untuk tidak berkomunikasi, hal ini sangat sulit dilakukan karena setiap hal yg dilakukan berpotensi untuk ditafsirkan, ketika kita melotot ditafsirkan marah, ketika tersenyum ditafsirkan gembira. Begitu pula dengan sikap diam dapat ditafsirkan setuju.

 

PRINSIP 3 KOMUNIKASI PUNYA DIMENSI ISI DAN DIMENSI HUBUNGAN
Dimensi isi disandi secara verbal, yakni menunjukkan muatan (isi) komunikasi apa yg dikatakan. Sedangkan dimensi hubungan disandi secara non-verbal, yakni menunjukkan bagaimana cara mengatakan dan mengisyaratkan, bagaimana hubungan para peserta komunikasi dan bagaimana seharusnya pesan ditafsirkan.

Contoh, ketika seorang pemuda bertanya kepada seorang wanita yg duduk disebelahnya dalam sebuah kereta: “Mau pergi ke Jakarta, Dik?…”, Bukannya pria itu tidak tahu bahwa kereta menuju ke Jakarta, melainkan pria tersebut ingin berkenalan atau ingin menunjukkan keramahannya.

Contoh lainnya: “Makan..tuh” dengan nada lembut bermakna perintah untuk makan, sedangkan apabila menggunakan intonasi tinggi maka bermakna larangan memakannya.

 

PRINSIP 4 Komunikasi Berlangsung Dalam Berbagai Tingkat Kesengajaan.
Komunikasi dilakukan dalam berbagai tingkat kesengjaan, mulai dari komunikasi yg tidak disengaja sama sekali sampai pada tingkat kesengajaan yang benar-benar direncanakan.

Contoh komunikasi yg tidak disengaja: misalnya ketika seseoranganak muda yg belum tahu tata krama budaya Yogya-Solo berjalan di depan orang yg lebih tua dan dia tidak membungkukkan badannya, maka anak muda itu akan dicap sebagai anak yg tidak punya tata krama walaupun anak itu tidak sengaja.

Contoh komunikasi yg disengaja:Seorang dosen yg mengajar di kelas, seseorang menanyakan suatu alamat.

Kesengajaan bukanlah syarat untuk terjadinya komunikasi. Meski seseorang tidak bermaksud untuk menyampaikan pesan. Namun perilaku seseorang potensial untuk ditafsirkan. Coba amati teman yg sedang mengikuti kuliah, mungkin ada yg berpangku tangan, ada yg melamun, ada yg tidur, dst. Anda dapat menafsirkan perilaku teman tersebut, tanpa kesengajaan bahwa perilaku teman Anda telah menyampaikan pesan.

 

PRINSIP 5 Komunikasi Terjadi Dalam Konteks Ruang dan Waktu
Pesan komunikasi yang dikirim oleh komunikator baik secara verbal maupun non-verbal disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi itu berlangsung, kepada siapa pesan itu dikirim dan kapan komunikasi itu berlangsung.

Seseorang yang berkomunikasi akan menimbulkan makna-makna tertentu, sedangkan makna tersebut berhubungan dengan konteks fisik/ruang, waktu, sosial, dan psikologis. Contoh komunikasi berhubungan dengan ruang adalah akan dianggap “kurang sopan” apabila menghadiri acara protokoler dengan memakai kaos oblong. Adapun waktu dapat mempengaruhi makna komunikasi misalnya bukan bulan romadhan membicarakan hikmah romadhan. Suasana psikologis mempengaruhi komunikasi. Misalnya ketika seseorang menyampaikan kritik kepada temannya pada suasana santai atau bercanda mungkin akan diterima dengan baik, namun jika kritik itu dilontarkan pada saat teman sedang merasa sedih atau emosi maka akan membuatnya marah.

 

PRINSIP 6 KOMUNIKASI MELIBATKAN PREDIKSI PESERTA KOMUNIKASI
Ketika orang berkomunikasi, mereka meramalkan efek perilaku komunikasi. Aktivitas komunikasi terikat oleh aturan atau tatakrama. Misalnya kepada orang yg lebih tua kita akan memanggilnya dengan sebutan bapak/ibu, jika memanggil namanya tentu akan membuat tersinggung. Dengan demikian orang memilih strategi tertentu berdasarkan bagaimana orang yg menerima pesan akan merespon.

 

PRINSIP 7 KOMUNIKASI ITU BERSIFAT SISTEMIK
Setiap Individu adalah suatu system yg hidup (a living system). Organ-organ dalam tubuh saling berhubungan satu sama lain. Kerusakan mata dapat membuat kepala pusing. Bahkan unsur diri yg bersifat jasmani juga berhubungan dengan unsur yg bersifat rohani.

Komunikasi setidaknya menyangkut dua sistem dasar beroperasi dalam transaksi komunikasi, yaitu: system internal dan system eksternal.

·      Sistem internal

Seluruh sistem nilai yg dibawa oleh individu ketika ia berpartisipasi dalam komunikasi yg diserapnya selama sosialisasi dalam berbagai lingkungan sosial (keluarga, masyarakat, suku, agama, lembaga, kelompok sebaya, tempat kerja, dsb.).Istilah lain system internal adalah kerangka rujukan (frame of reference), bidang pengalaman (filed of experience), struktur kognitif, pola pikir, keadaan internal atau sikap (attitude).

System internal mengandung semua unsur yg membentuk individu (termasuk ciri-ciri kepribadian, pendidikan, penget, agama, dsb.). Sehingga system internal ini dapat diduga dari kata-kata yg diucapkan atau perilaku yg ditunjukan.

·      Sistem eksternal

System eksternal terdiri dari unsur-unsur diluar individu, seperti isyarat fisik peserta komunikasi, kegaduhan disekitar, penataan ruangan, cahaya, dan temperature ruangan. Elemen-elemen berupa stimulasi publik yg terbuka bagi setiap peserta komunikasi dalam setiap transaksi komunikasi.

Komunikasi merupakan produk dari perpaduan antara system internal dan eksternal. Lingkungan dan objek mempengaruhi komunikasi, namun persepsi seseorang atas lingkungan juga mempengaruhi perilakunya.

 

PRINSIP 8 SEMAKIN MIRIP LATAR BELAKANG SOSIAL BUDAYA SEMAKIN EFEKTIFLAH KOMUNIKASI
Kesamaan dalam hal-hal tertentu, misalnya agama, ras (suku), bahasa, pendidikan, atau tingkat ekonomi akan mendorong orang-orang untuk saling tertarik dan karena kesamaan tersebut komunikasi lebih efektif. Kesamaan bahasa khususnya akan membuat orang yg terlibat dalam komunikasi lebih mudah mencapai pengertian bersama dibanding dengan orang yg berbeda bahasa yg digunakan.

Komunikasi yg efektif adalah komunikasi yg hasilnya sesuai dengan harapan para pesertanya (orang-orang yg sedang berkomunikasi). Dalam kenyataannya, tidak pernah ada dua manusia yg persis sama, meskipun mereka kembar. Namun adanya kesamaan akan mendorong orang-orang untuk saling tertarik sehingga komunikasi menjadi lebih efektif.

 

PRINSIP 9 komunikasi bersifat non-sekuensial
Proses komunikasi bersifat sirkular dalam arti tidak berlangsung satu arah melainkan banyak arah. Melibatkan respon atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yg dikirimkan itu diterima dan dimengerti.

 

Sebenarnya komunikasi manusia pada dasarnya bersifat dua arah atau disebut juga bersifat sirkuler. Komunikasi sirkuler ditandai beberapa hal berikut:

§ Orang-orang yg berkomunikasi dianggap setara, yg mengirim dan menerima pesan pada saat yg sama.

§ Proses komunikasi berlangsung timbal balik (dua arah)

§ Dalam prakteknya, tidak dapat dibedakan antara pesan dan umpan balik.

§ Komunikasi yg terjadi sebenarnya jauh lebih rumit. Misalnya komunikasi antara dua orang sebernarnya secara simultan melibatkan komunikasi dengan diri sendiri (berpikir) untuk menanggapi pihak lain

 

PRINSIP 10 KOMUNIKASI BERSIFAT PROSESUAL, DINAMIS, DAN TRANSAKSIONAL
Komunikasi pada dasarnya tidak mempunyai awal dan tidak mempunyai akhir, namun merupakan proses yang berkesinambungan. Contoh ketika seorang anak dinasehati ibunya untuk rajin belajar, komunikasi ini tidak berakhir ketika ibunya selesai berbicara, namun akan berlangsung terus karena anak ini akan terus menerus mengingatnya atau memaknainya.
Dalam proses komunikasi, para peserta komunikasi saling mempengaruhi, seberapa kecil pengaruh itu, baik lewat komunikasi verbal maupun non-verbal. Transaksi menunjukkan bahwa para peserta komunikasi saling berhubungan, sehingga dapat mempertimbangkan yg satu tanpa mempertimbangkan yg lainnya.

Implikasi dari komunikasi sebagai proses yg dinamis dan transaksional adalah bahwa para peserta komunikasi berubah (dari sekedar berubah pengetahuan hingga berubah pandangan dunia dan perilakunya).

 

PRINSIP 11 KOMUNIKASI BERSIFAT IRREVERSIBLE
Setiap orang yg melakukan proses komunikasi tidak dapat mengontrol efek yg ditimbulkan oleh pesan yg dikirimkan. Komunikasi tidak dapat ditarik kembali, jika seseorang sudah menyakiti orang lain karena perkataannya, maka efek sakit hati tidak akan hilang begitu saja.

Sifat irreversible ini adalah implikasi dari komunikasi sebagai suatu proses yg selalu berubah. Oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam menyampaikan pesan kepada orang lain, sebab efeknya tidak bisa ditiadakan sama sekali, meskipun kita berupaya meralatnya. Sehingga muncul ungkapan “To forgive but not to forget” (kita bisa memaafkan kesalahan orang lain, namun tidak dapat melupakannya.

 

PRINSIP 12 KOMUNIKASI BUKAN PANASEAUNTUK MENYELESAIKAN BERBAGAI MASALAH
Banyak permasalahan antarmanusia yg disebabkan oleh masalah komunikasi, namun komunikasi bukan obat mujarab (panasea) untuk menyelesaikan masalah terebut, dalam arti bahwa komunikasi bukan satu-satunya obat mujarab yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah, karena konflik atau persoalan mungkin berkaitan dengan masalah structural. Agar komunikasi efektif maka masalah structural yg harus diatasi. Contoh meskipun pemerintah berusaha menjalin komunikasi yg efektif dengan warga Aceh, tidak mungkin usaha tersebut berhasil selama pemerintah masih memperlakukan mereka secara tidak adil.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Devito, Joseph A. 1997. Komunikasi Antarmanusia. Jakarta: Professional Books.

Mulyana, Deddy M. 2003. Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

 

Diambil dari mata kuliah Ilmu Komunikasi, oleh dosen Drs Jumroni, M.Si

Post by; Suhartono Pn

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *